Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Harimau Sumatera


Wah.. Harimau Sumatera Mangsa Seorang Warga
Lagi, Harimau Sumatera memangsa seorang warga Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Konon warga tersebut bersama dengan rekannya ingin mencai Gaharu di areal Taman Nasional Bukit Dua Belas yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Muarojambi.
Untungnya, salah seorang dari warga berhasil selamat dari terkaman Harimau Sumatera yang liar dan dikabarkan sangat buas tersebut. Sedangkan seorang lainnya tewas akibat terkaman Harimau tersebut. Sebagaimana diberitakan disejumlah tv local dan surat kabar harian di Provinsi Jambi, warga yang selamat akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Terkai t hal itu, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi telah berupaya untuk menangkap Harimau yang memangsa warga tersebut, dengan jalan memasang perangkap dibergai tempat yang dilalui Harimau tersebut.
Dengan jalan memberikan umpan berupa ayam dan kambing hidup, dengan harapan Harimau yang konon memangsa warga tersebut dapat masuk ke perangkap yang telah dipasang disejumlah tempat.***

Gembong


Muncul di Internet, Foto Gembong 9/11 Bikin Cemas


Foto Khalid Sheikh Mohammed, gembong Al Qaeda yang juga mengaku sebagai perencana serangan 9/11, tiba-tiba menyeruak di internet. Hal ini cukup menghebohkan karena merupakan kemunculan fotonya yang pertama sejak 6 tahun lampau.

Foto terbaru Mohammed yang sekilas mirip dengan Osama bin Laden itu diambil pada bulan Juli 2009 di pusat tahanan Guantanamo di Kuba. Militer AS memang mengizinkan lembaga Palang Merah mengambil foto para napi untuk dikirim pada kerabat mereka.

Menurut keterangan militer AS, Mohammed mengaku mengotaki serangan 11 September 2001 yang merubuhkan gedung WTC di New York. Dikutip dari BBC, Jumat (11/9/2009), foto pertama Mohammed yang beredar luas adalah saat penangkapannya di Pakistan pada bulan Maret 2003.

Komite Internasional Palang Merah membenarkan telah mengambil foto Mohammed di bulan Juli. Foto bersangkutan sebenarnya tak ditujukan untuk konsumsi publik melainkan hanya bagi keluarga saja. Namun entah bagaimana, foto itu muncul di dunia maya, misalnya di situs-situs kaum ekstrim.

Jarret Brachman, mantan direktur riset Combating Terrorism Center menyatakan foto yang muncul bersamaan dengan peringatan 8 tahun serangan 9/11 ini merisaukan. Sebab ditakutkan kemunculannya memberi inspirasi bagi sebagian orang untuk ikut melakukan aksi terorisme.

sumber : www.detik.com

Kabut Asap


Jambi Diselimuti Asap Tebal

Terdapat 14 Titik Api

JAMBI - Sejak beberapa hari terakhir, kabut asap mulai menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya. Pagi kemarin (9/9), Kota Jambi dan sekitarnya mulai diselimuti kabut asap, dengan jarak pandang 500 meter hingga 700 meter.

Terkait kondisi ini, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Budidaya kepada wartawan mengatakan, hasil pantauan pihaknya, kabut asap mulai terlihat di kota Jambi, meskipun belum mengganggu aktivitas warga sehari - hari.

Dikatakannya, berdasarkan pantauan satelit NOAA, tanggal 8 September 2009, di Provinsi Jambi terdapat 14 titik api (Hotspot). Hotspot tersebut tersebar dibeberapa kabupaten, diantaranya di Kabupaten Muaro Jambi 4 titik, perkebunan dan lahan masyarakat, masing - masing dua titik api, Tanjungjabung Barat 2 titik, Kabupaten Tebo 3 titik, Kabupaten Sarolangun 4 ttk, diantaranya terdapat hutan produksi, dan di Kabupaten Batanghari 1 titik.

"Di Provinsi Jambi, hanya terdapat 14 titik api, sedangkan di Provinsi Sumatera Selatan terdapat 111 titik api.” ujar Budidaya, kemarin.

Menyangkut hal ini, lanjut Budidaya, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi lebih meluas dan mengakibatkan kabut asap. Sebelumnya, Gubernur Jambi, H Zulkifli Nurdin telah mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat Nomor : 367/2222/Dishut/2009, tanggal 13 Agustus 2009.

Terkait dengan kabut asap ini, Budidaya mengatakan, kalau diakibatkan karena arah angin, bisa saja kabut asap ini diduga berasal dari kebakaran yang terjadi di Provinsi tetangga kita Sumatera Selatan, karena data terakhir terdapat 111 titik api.

Disampaikannya, untuk mencegah kebakaran hutan dan lanah di Provinsi Jambi, sangat membutuhkan peran dari bupati dan walikota karena mereka yang mempunyai wilayah.

“Untung saja di Jambi pada musim kemarau ini masih ada turun hujan, sehingga sangat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, yang tersebar di Provinsi Jambi,” tutupnya.***

Swine Influenza


Jambi Tak Punya Alat Deteksi Suhu Tubuh

GUBERNUR Jambi, H Zulkifli Nurdin mengakui kalau Provinsi Jambi belum memiliki alat pendeteksi suhu tubuh, bila seseorang warga terkena virus flu babi (swine influenza). Terlebih di bandara Sultan Thaha Syaifudin (STS) Jambi.

"Sebelumnya kita memang telah meminta alat pendeteksi suhu tubuh dari Departemen Kesehatan RI di Jakarta. Akan tetapi, belum diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi," kata Gubernur, saat ditemui wartawan usai menghadiri sidang paripurna di DPRD Provinsi Jambi, Senin (27/7).

Dikatakan Gubernur, belum diberikannya alat deteksi suhu tubuh ke Pemprov Jambi, karena saat ini pelabuhan udara di Jambi belum melayani penerbangan internasional, sehingga belum diberikan oleh Depkes.

Karena, Memang telah dua orang suspec flu babi di Jambi, suspec yang pertama telah dipulangkan. Dan satu lagi, yang dibawa ke RSU Raden Mattaher, Minggu (26/7) malam, karena pulang dari Singapura.

"Saya sendiri telah meminta kepada Direktur RSU Raden Mattaher untuk mengisolasi pasien tersebut. Karena, suhu tubuhnya, tinggi mencapai 39 derajat celcius," tegas Gubernur.

Disampaikannya, Pemerintah Provinsi Jambi tetap melakukan antisipasi terhadap penyebaran virus flu babi tersebut. Jangan sampai, penyebaran flu babi menyebar di Jambi.

Menyangkut dana untuk penderita flu babi di Jambi, Gubernur belum dapat memastikan berapa jumlahnya. Akan tetapi, alokasi dana untuk pasien yang terkena flu babi ada."Untuk dana, saya belum tahu pasti berapa jumlahnya, yang pasti dana untuk pasien flu babi ada, dan telah dipersiapkan," jelas Gubernur.***

Bom JW Marriott dan Ritz Carlton

Sketsa Wajab Pelaku Bom di Mega Kuningan Disebarkan



SKETSA wajah pelaku pengeboman di kawasan Mega Kuningan disebarkan, pelaku dilengkapi dengan ciri - ciri, yakni dua pria yang diduga menjadi eksekutor bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang itu.

Berikut ciri-ciri pelaku bom bunuh diri seperti diungkapkan Ketua Tim PCI dr Edi Saparwoko:

Ciri-ciri pelaku bom di Hotel Ritz Carlton:

- Laki-laki
- Usia 40 tahunan dengan plus minus 5 sampai 10 tahun
- Kulit sawo matang
- Rambut hitam pendek
- Tinggi 165 sentimeter

Ciri-ciri pelaku bom di Hotel JW Marriott:

- Laki-laki
- Usia 17 tahunan dengan plus minus 4 sampai 5 tahun
- Kulit lebih putih dibanding pelaku di Hotel Ritz Carlton
- Rambut hitam lurus pendek
- Tinggi 180 sentimeter
- Dilihat dari potongan kaki yang ditemukan, ukuran kakinya 42-43 sentimeter.****

Flu Babi


Flu Babi Renggut 700 Nyawa di Dunia

DATA Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, flu babi telah merenggut lebih dari 700 nyawa di seluruh dunia sejak wabah ini merebak April lalu.

Jumlah itu naik drastis sejak dua pekan lalu di mana jumlah korban meninggal yang tercatat sebanyak 429 orang di lebih dari 130 negara.

WHO mengimbau seluruh negara di dunia melakukan langkah-langkah untuk meminimalisir penyebaran virus A(H1N1) itu, seperti meliburkan sekolah.

"Penutupan sekolah merupakan satu langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan negara-negara," kata Alphaluck Bhatiasevi, juru bicara WHO seperti dikutip Reuters.

Bhatiasevi menandaskan masing-masing negara akan menghadapi level berbeda dari bahaya pandemi A(H1N1), termasuk waktunya. Oleh karena itu, langkah pencegahan di sebuah negara akan berbeda dengan negara lainnya.

Sebelumnya WHO sudah meminta setiap negara melaporkan jumlah kasus kepada WHO dan berkonsentrasi melakukan langkah pencegahan serta mendeteksi penyebaran wabah. WHO juga meminta semua negara memastikan dapat mengakses vaksin yang paling cepat baru akan tersedia pada September mendatang.

Saat ini sudah 125.000 laboratorium yang mengonfirmasi kasus flu A(H1N1) di seluruh dunia.***

dari berbagai sumber..

Bom JW Marriot dan Ritz Calton

Video Bom Kuningan Booming di Internet

Video peristiwa peledakan bom di hotel Ritz Carlton dan JW Marriott semakin mudah untuk dijumpai di YouTube. Sejumlah pengguna YouTube terus mengunggah video terkait ledakan yang terjadi di dua hotel yang terletak di kawasan bisnis Mega Kuningan itu.

Jumlah video tentang pengeboman telah mencapai ratusan video. Video yang paling banyak diunggah adalah cuplikan dari siaran televisi di Indonesia yang menampilkan siaran rekaman CCTV di hotel Ritz Carlton.

Sebuah video rekaman CCTV yang menampilkan orang yang diduga sebagai pelaku pengeboman, bahkan tercatat telah dikunjungi sekira 30 ribu pengunjung.

Selain itu, video tersebut juga menarik pengunjung untuk memberikan komentar. Berbagai komentar mulai dari kecaman hingga rasa simpati menghiasi video tersebut.

Sebelumnya, sesaat setelah kejadian, YouTube hanya menampilkan dua buah video tentang peristiwa peledakan bom di kedua hotel yang berasal dari dua stasiun televisi. Kedua video diposting pada 17 Juli, tepat pukul 10.30 WIB. Ketika itu, dalam waktu setengah jam postingan tersebut telah berhasil menarik sekira 1.000 pengunjung internet.***

Keracunan

Puluhan Peserta Diklat CPNSD Keracunan

Puluhan peserta pendidikan dan latihan (Diklat) calon pengawai negeri sipil daerah (CPNSD), golongan I dan II, angkatan I tahun 2009, Kabupaten Tebo dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (13/7) diduga, mereka menderita keracunan makanan pada pagi harinya.

Informasi yang dihimpun di RSUD R Mattaher Jambi, diklat tersebut berlangsung di asrama diklat Kota Baru, Kota Jambi. Sebelumnya, pada pukul 07.00 WIB pagi kemarin, seluruh peserta diklat, sempat sarapan mie instan, ditambah dengan minuman kopi dan teh, yang disediakan oleh panitia.

Lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, panitia kembali menyuguhkan snack, berupa bakwan, omelet, dan makanan lainnya. Selang beberapa menit kemudian, diantara peserta mendadak pusing dan muntah - muntah, parahnya lagi ada yang telah buang air besar, usai mengkonsumsi makan yang disajikan oleh panitia.

Usai makan siang, jumlah yang menderita pusing serta muntah - muntah makin bertambah. Tidak hanya itu, beberapa diantara peserta ada yang pingsan. Melihat beberapa peserta ada yang pingsan usai makan siang, akhirnya belasan peserta dibawa ke RSUD Raden Mattaher untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Pagi hari kami diberi sarapan mie, dan minuman kopi serta teh. Sedangkan pada pukul 20.00 WIB, panitia juga menyuguhkan snack kepada seluruh peserta," ungkap Khuzaiwati, salah satu korban, saat terbaring lemah di RSUD Raden Mattaher Jambi, kemarin.

Dikatakan Khuzaiwati, ia dan rekan - rekan diklat, sempat muntah - muntah serta pusing, usai mengkonsumsi snack sebelum makan siang tersebut."Rekan lain juga ada yang pingsan," terangnya.

Senada, Tarnuji, korban keracunan, warga Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo. Menurut Tarnjui, mie yang dikonsumsi oleh peserta diklat berwarna kuning dan agar besar ukurannya. Sedangkan pada pukul 10.00 WIB, juga diberikan mie, tetapi berwarna putih yang dibentuk kue.

"Saya merasakan mual serta muntah sekitar pukul 12.30 WIB, usai makan siang. Akan tetapi, sebelum makan siang beberapa peserta lain, juga ada yang keracunan. Kalau menu makan siang, nasi dan rendang," ujar Tarnuji.

Menurut Tarnuji, jumlah rekan diklat tersebut yang keracunan bisa melebihi 20 orang, karena beberapa diantaranya ada yang telah sembuh. Sehingga tidak mendapatkan perawatan medis.

Pelaksanaan diklat tersebut berlangsung selama 20 hari, sedangkan kemarin merupakan hari ke - 13, yang diikuti oleh 80 orang peserta di angkatan pertama. Akan tetapi, beberapa diantara peserta diklat yang dibawa ke RSUD R Mattaher tersebut, bukan menderita keracunan, melainkan menderita demam malaria.

Sementara itu, dr Monalisa, salah satu dokter yang menangani pasien keracunan menyebut, kalau ia membenarkan bahwa pasien diklat yang dibawa ke RSUD R Mattaher menderita keracunan atau intoksikasi. Akan tetapi, pihaknnya juga akan segera mendiagnosis insiden keracunan tersebut, dan berkoordinasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)."Insiden peserta diklat kali ini adalah keracunan, nama lainnya adalah intoksikasi," tutur, dr Monalisa.*****