Ada apa ya, puluhan Suku Anak Dalam (SAD) asal Rimbo yg
menetap di Dusun Senamat, kabarnya menyerang
SAD lain yang tinggal di Dusun Dwi Karya Bakti, Rantau Keloyang, Kabupaten
Bungo.
Bila dilihat dari sisi geografis
Provinsi Jambi memiliki banyak sumber kekayaan alam, baik itu yang dapat dapat
diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui. Mulai dari ujung kabupaten
yang paling barat yakni Kabupaten Kerinci hingga ke ujung Jabung yakni Tanjung
Jabungtimur.
Kawasan ekosistem Bukit Tiga Puluh di Jambi akan diarahkan menjadi daerah ekowisata dan etnowisata karena memiliki satwa endemik Sumatra, keindahan dan kekayaan budaya suku-suku terasing.
Luas ekosistem Bukit Tiga Puluh mencapai 400.000 hektare, seluas 144.223 hektare merupakan taman nasional, potensi besar ini harus bisa dikembangkan.
Ekosistem Bukit Tiga Puluh di Provinsi Jambi berada di Kabupaten Tebo dan Tanjung Jabung Barat, sedangkan di wilayah Provinsi Riau berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Sebanyak lima sungai di ekosistem ini yang memiliki kekayaan alam tinggi, yakni Sungai Mangatal, Sungai Gangsal, Sungai Reteh, Sungai Sumay, dan Sungai Pengabuan.
Orangutan dan gajah menjadi satwa penting yang memiliki nilai jual wisata tinggi karena banyak tersebar di sekitar taman nasional Bukit Tiga Puluh. Tiga suku terasing di wilayah itu yakni Talang Mamak, Orang Rimba, dan Melayu Tua memiliki budaya khas dalam hidup berdampingan dengan alam sekitar.***